Halaman

Rabu, 12 September 2012

Ketika Perahu Berlayar di Samudra Cinta


Kugy, tokoh paling utama dalam cerita ini. Gadis tomboy yang imajinatif karena hobi menulis dongeng, diperankan oleh Maudy Ayunda. Namanya bisa dibilang terkenal di dunia per-film-an. Kalau saya melihat, sosok Maudy sendiri juga tak jauh beda dengan Kugy. Remaja yang wajahnya sesuai dengan usianya, pembawaannya yang kalem, tidak kecentilan seperti layaknya ABG pendatang baru di sinetron remaja (ya, tidak semua J). Maudy sangat pas memerankan tokoh Kugy. Kalau saya lihat, dari model rambut dan gaya bicaranya, Maudy mirip dengan Endhita istri Onci Ungu. (Endhita pun pernah ikut bermain dalam film ‘Tanda Tanya’ yang juga diproduksi oleh Hanung).

Lawan main dari Kugy adalah Keenan, lelaki cool yang hobi melukis. Tokoh Keenan juga sangat pas diperankan oleh Adipati. Melihat sosok Keenan atau Adipati, saya jadi teringat dengan tokoh Rangga AADC. Bedanya, Keenan bukan lelaki introvert seperti Rangga. Untuk tokoh lain yaitu pacar Kugy, dua sahabat Keenan-Kugy, dan gadis Bali sepertinya mereka pendatang baru (atau saya memang belum pernah menonton mereka).
Sedangkan untuk tokoh pendukung lainnya, banyak juga yang sebelumnya bermain dalam filmnya Hanung seperti Ira Wibowo di ‘Get Married 1-2-3′, Papa Keenan di ‘Ayat-Ayat Cinta’ (kalau saya tidak salah), Murid Pak Wayan tokoh utama di ‘Pengejar Angin’, dan pastinya Reza Rahadian di ‘Perempuan Berkalung Sorban’.
Kugy pun tiba di sebuah tempat kos. Saya tidak tahu apakah Kugy telah mengenal sahabat perempuannya itu sebelumnya, karena begitu tiba di tempat kos, mereka langsung akrab. Adegan selanjutnya, mereka: Kugy, sahabat perempuan dan pacar si sahabat, berangkat ke stasiun untuk menjemput Keenan. Sempat terjadi kekacauan untuk mencari Keenan di stasiun. Namun lagi-lagi Kugy melakukan aksi uniknya yaitu mengangkat telunjuk ke pelipis sambil berjalan ke setiap gerbong. Dua sahabat terbengong-bengong melihat aksi Kugy, namun langkah Kugy terhenti karena ada lelaki yang berdiri di depannya. Ya, sahabat pun
akhirnya berhasil ‘menemukan’ Keenan.

Karena kos mereka berdekatan atau memang satu rumah kos, Keenan dan Kugy jadi langsung akrab. Keenan begitu kagum dengan ‘perahu kertas’ hasil karya Kugy, begitu juga dengan buku dongeng tulisan tangan Kugy. Keenan, lelaki cool dengan rambut agak gondrong. Lelaki model seperti ini tak mungkin menyukai dongeng kekanak-kanakan, namun Keenan ingin meminjam buku dongeng Kugy. Wortelina, Nyit Kunyit, Keenan membaca lembar demi lembar tulisan tangan Kugy.

Keenan yang pintar melukis, diam-diam menggambar tokoh wortelina, nyit kunyit, dan tokoh yang ada dalam dongeng Kugy. Layaknya pecinta berat dongeng, Keenan menjelaskan satu-persatu tokoh dongeng yang dia buat: wortelina, nyit kunyit, satu hal yang membuat Kugy begitu terharu.

Kugy yang begitu imajinatif meminta Keenan apakah bersedia menjadi ‘agen neptunus’. Dengan bangga, Keenan pun bersedia. Dia melakukan ucapan seperti yang diminta Kugy (dengan telunjuk ciri khas Kugy tentunya). Selesai, Kugy pun memberikan gantungan kunci inisial K pada Keenan.

Sikap Keenan memberi pelajaran sederhana akan sebuah cinta: bila mencintai seseorang, cintai dulu dunianya. Lantas bagaimana jika dunia orang yang kita cintai tidak baik, jangan paksakan diri untuk mencinta! Karena apa hak kita untuk merubah dunia seseorang!

Jatuh cinta tak lantas membuat Keenan dan Kugy berpacaran. Di suatu resto, Keenan melihat Kugy sedangdinner dengan pacarnya. Keenan langsung merasa bahwa dia mencintai perempuan yang salah. Di satu malam, ketika besoknya Keenan ulang-tahun, Kugy menyiapkan hadiah spesial untuk Keenan, menyatukan gambar Keenan dengan tulisannya dalam sebuah buku dngeng yang baru. Sayang, ketika ingin memberikan hadiah tersebut, dua sahabat Keenan malah mengenalkan seorang gadis bule, pemilik gallerylukisan, pada Keenan. Kugy begitu cemburu, dan mengurungkan niatnya untuk memberi hadiah pada Keenan.

Kugy berpikir, apa dia pantas cemburu pada gadis bule itu. Bukankah dia dan Keenan hanya berteman, sedangkan Kugy sendiri juga sudah punya pacar. Untuk menghilangkan kecemburuannya, Kugy memilih untuk menjauh dari mereka bertiga. Sedangkan Keenan jadi semakin dekat dengan si bule, mengingat gadis ini yang membantu Keenan menjual lukisannya.

Keenan pun marah besar ketika pada akhirnya dia tahu kalau ternyata yang memborong lukisannya hanyalah rekayasa si bule. Hal yang membuat Keenan berniat untuk berhenti melukis. Kugy sempat menyemangati Keenan untuk tidak mengubur mimpinya, “Alangkah baiknya jika semua orang menggunakan hobinya untuk menghasilkan uang.” Namun Keenan tetap pada pendiriannya, tak ingin melukis lagi!

Hubungan Kugy dengan sang pacar semakin mengambang. Pacar Kugy iri pada Keenan yang diberi gantungan kunci.

“Kenapa dia yang kamu kasih? Kenapa bukan aku?”
“Emangnya kamu mau jadi agen neptunus?”
“Ya enggak lah!”

Kugy begitu kecewa dengan jawaban sang pacar. Beda sekali dengan Keenan yang langsung mengiyakan. Pacar Kugy pun tidak suka karena Kugy menjadi guru dongeng di ’sekolah panggung’ milik sahabatnya. Akhirnya, mereka pun putus.

Keenan memutuskan untuk tinggal di Bali, sambil belajar melukis lagi di gallery Pak Wayan. Seorang gadis Bali, keponakan Pak Wayan, diam-diam mencintai Keenan. Ada seorang lelaki Bali yang terlihat cemburu dengan kedekatan Keenan dan gadis itu.

Waktu berlalu, Kugy pun lulus menjadi sarjana sastra. Dia melamar pekerjaan sebagai (hanya) Office Girl di kantor advertising. Ketika rapat redaksi (apakah ini ya istilahnya untuk tim advertising) dan tim sedang mati ide. Bos Kugy meminta Kugy untuk menyumbang ide. Dengan gaya khasnya Kugy berpikir, semua tim kembali bengong, dan pada akhirnya ide Kugy berhasil goal di mata klien. Kugy pun diterima sebagai karyawan tetap di kantor tersebut. Kedekatan Kugy pada bos membuat sekretaris bos cemburu.

Benang merah yang didapat dari kisah cinta ini adalah: ada begitu banyak remaja dan orang dewasa yang cemburu. Keenan pada pacar Kugy, Kugy pada gadis bule, Lelaki Bali pada Keenan, Sekretaris bos pada Kugy. Yang membedakan adegan cemburu di film ini dengan sinetron yang pernah ada adalah: tidak ada aksi pamer wajah jutek, perang mulut, jambak-jambakan rambut, dorong-dorongan pundak, atau umpatan kasar dan ancaman di antara mereka. Cemburu, lantas menjauh, hanya itu yang mereka lakukan. Ya, cemburunya remaja cerdas memang sangat keren di mata saya. Tak perlu bertengkar memperebutkan satu orang, seperti di dunia ini tak ada lagi manusia yang pantas untuk dicintai selanjutnya.

Ada Mimpi di Balik Cinta

Kugy bermimpi untuk menjadi penulis terkenal. Dia begitu bangga ketika cerpennya masuk majalah. Saking senangnya mendapat honor, Kugy mentraktir empat sahabatnya. Di suatu adegan pun, Keenan sempat mengungkapkan, “Aku doakan kamu jadi penulis terkenal”.

Sedangkan Keenan bermimpi menjadi pelukis. Sayang, tak seperti Kugy yang kuliah sastra karena keinginannya, Keenan terpaksa harus kuliah ekonomi atas permintaan Papanya. Ketika mendapat kabar bahwa lukisanya laku 30 juta, Keenan memutuskan berhenti kuliah. Bukan main marah Papanya, sampai Keenan diusir dari rumah.

Belakangan di saat dia tahu bahwa lukisan itu yang membeli adalah gadis bule yang begitu menggilai dirinya, Keenan putus asa dan menetap ke Bali. Sang Papa yang koma membuat Mama Keenan menyusul anaknya, dan Keenan pun pulang ke Jakarta untuk mengurus bisnis Papanya.

Well, mimpi dan cita-cita, memang hak semua orang. Tak salah jika Keenan memilih untuk menjadi pelukis saja, karena dia lebih tahu akan talenta dan keingingannya. Namun, salahkah sang Papa yang memaksanya untuk kuliah ekonomi, mengingat nantinya Keenan akan meneruskan bisnis Papanya? Pilih kuliah ekonomi lantas bekerja di kantor, atau menjadi pelukis? Satu hal yang selama ini ada di benak sebagian orang: pekerjaan itu hanya satu! Padahal, jika kita mampu membagi waktu, bisa saja kita punya tiga pekerjaan sekaligus. Hal yang sama ketika orang lain melihat saya bisnis coklat, banyak orang yang bertanya, “Emang sekarang udah nggak ngajar lagi?” Waw, mengajar itu kan hanya dari pagi hingga sore, malamnya nulis, dan sabtu-minggu produksi coklat. Bisa kan punya tiga pekerjaan!

Jadi, andai saya menjadi Keenan, saya akan tetap kuliah ekonomi dan meneruskan hobi melukis. Kalau ada yang bilang, menulis atau melukis itu hanya pekerjaan sampingan. Saya teringat akan nasihat Pak Mario Teguh, tidak ada pekerjaan utama dan sampingan, selagi kita menganggap semuanya itu penting. Semua adalah pekerjaan utama.

Pada akhirnya Keenan harus mengurus bisnis Papanya. Andai dia meneruskan kuliahnya, mungkin ilmu yang dia dapat makin banyak. Begitu juga dengan Kugy yang akhirnya bekerja di perusahaan advertising. “Bukannya cita-cita dia jadi penulis dongeng?” Tanya Keenan. Ya, jaman sekarang ini, jangan pernah terlalu idealis. Gue maunya jadi ini, bukan itu! Sadarilah, ini dunia, bukan surga di mana apa yang kita inginkan bisa didapat dalam waktu satu detik (konon begitu katanya, mengingat saya belum pernah tinggal di surga). Ada seseorang yang saya kenal, dia berprinsip maunya bekerja dalam bidang ini, dan sampai sekarang dia masih menganggur, karena belum ada pekerjaan seperti keinginan dia. Padahal banyak tawaran di bidang lain, namun semuanya dia tolak. Bekerja di kantor advertising pun bukan lantas Kugy tak bisa menulis lagi. Mengingat setahu saya menjadi penulis itu tidak repot, hanya kirim karya dan tunggu hasil (tunggu hasil ini yang lama!). Tak perlu bekerja di kantor seharian, kecuali kalau jadi wartawan atau penulis full time.

Tak Ada Gading yang Tak Retak


Secara keseluruhan, film ini memang keren. Namun ada hal yang menurut saya kurang pas. Seperti ketika si gadis bule tiba-tiba saja masuk kamar Keenan ketika Keenan sedang tidur. Dan juga Keenan masuk kamar gadis Bali lalu diam-diam meletakkan hadiah di genggaman perempuan itu ketika perempuan itu juga sedang tidur. Saya rasa, karena ini film Indonesia, sepertinya scene ini kurang baik.
Namun, ya tak ada gading yang tak retak. Adegan ini hanya adegan kecil yang tak mengurangi keindahan film.

Kesimpulan dari film ini: jadilah orang yang pintar, serba-bisa, singkatnya: multi talenta, agar kita bisa terdampar di mana-mana. Saya punya sahabat sarjana pendidikan biologi, namun dia bisa semua pelajaran. Dan sekarang, dia yang paling banyak menerima job, tak hanya mengajar biologi saja. Begitu dengan salah seorang tim pengajar di bimbel kami. Kami baru saja merekrut anak tetangga lulusan SMA baru akan kuliah. Karena cerdasnya luar biasa, kami memberikan dia kesempatan mengajar hingga anak kelas 2 SMA, usia muridnya beda dua tahun dengan gurunya.

Sumber 

Nah, itulah tadi Resensi dan Sinopsis Film Perahu Kertas, sebuah film yang tak hanya mengajari kita tentang cinta melainkan juga tentang cita-cita dan saling memaafkan

Minggu, 09 September 2012

Lulus tahun ini ! Siap !

"Kamu sekarang semester berapa?"
"Ki, kok ga lulus lulus?"

"Ki, mau sampai kapan jadi mahasiswa ?"
"Mau diundur-undur sampai kapan lagi kelulusannya?"


Cuma bisa jawab --> InsyaAllah mau lulus tahun ini jugaaa.. Ga ada nambah-nambah semester lagi deeh..
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh *terjun ke tempat tidur*

Aku termasuk orang yang begitu mudah tersentuh. Kadang hal-hal yang sedikit mengganggu pikiran dan perasaan itu gampang banget bikin meweek :3 . Klo keinget lulus itu ibarat ibu hamil yang udah 9 bulan lebih ga brojol brojol, mulees kan bacanya. Sebuah kewajiban yang patut kita kerjakan untuk bisa menjadi sarjana. Dan salah satu yang bisa bikin orang tua kita tersenyum dibuatnya.. Sering sekali merasa telah mendurhakai orang tua karena terlambatnya kelulusanku. Tapi apa boleh buat, this is my way and I'll take responsibility for this. I always continue to practice positive thinking about it.

Klo boleh bilang, SEJUJURNYA aku sedih mengapa sampai di semester 11 ini aku tak kunjung lulus. Disaat teman-temanku sudah meninkmati masa-masa pasca kampus dan sudah tidak lagi membebani orangtua, aku masih saja mengejar-ngejar dosen pembimbing untuk perbaikan skripsi. Ada lagi.. Disaat adik tingkat sudah banyak yang mengenakan toga diwisudanya. Pfiuuuuhh.

Sudah sudah.. bersedih terlalu lama ituh tidak baik buat kesehatan dan kegalauan.. Saat ini yang hanya bisa aku lakukan adalah selalu berusaha dan berdo'a.. InsyaAllah, yakin akan menjadi sarjana di semester 11 ini dan tahun ke 5,5 ini.. Beban yang ada di pundak memang harus diturunkan satu persatu untuk dapat melanjutkan perjalanan selanjutnya. Jika tidak maka kita pun akan semakin terbebani dengan keadaan.. Let's moving on.. Semoga semua calon sarjaana di Indonesia *khususnya aku* dimudahkan jalannya menuju kelulusan.. Aamiin ..


Rabu, 22 Agustus 2012

Tentang Ibu Rumah Tangga

Untuk moms, bunda semua yang sepenuh hati mendedikasikan segenap jiwanya untuk keluarga
(re-share from bundainbiz-re-share from ummi magz)

Diawal pernikahan, saya dan suami membuat kesepakatan dengan ikhlas bahwa saya tinggal dirumah mengurus rumah tangga dengan fokus pada pendidikan anak. Sementara, suami menjadi kepala rumah tangga dengan fokus pekerjaan di luar rumah. Ketika itu, saya menganggap pekerjaan rumah tangga hanyalah pekerjaan sederhana, karena bukankah menjadi ibu rumah tangga adalah fitrah wanita? Tetapi, setelah menjalani kehidupan rumah tangga, saya baru sadar, ternyata pekerjaan rumah tangga itu sangat rumit.

Seorang ibu rumah tangga tidak memiliki jam kerja tertentu, artinya, tugasnya dimulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Bahkan, menjadi ibu rumah tangga, berarti banyak belajar, seperti belajar manajemen, baik manajemen rumah tangga, manajemen keuangan sampai manajemen qalbu. Lalu belajar pembukuan, dimana aku selalu njelimet mengatur keuangan, karena penghasilan suami memang pas-pasan. Dan kemudian belajar psikologi, baik psikologi anak maupun psikologi umum.
Bahkan, untuk bisa mensyukuri nafkah dari suami, aku harus punya bermacam-macam ketrampilan, seperti memasak yang sebelumnya jarang aku lakukan. Ketrampilan menjahit pun harus aku kuasai. Sebab, untuk pakaian anak yg jumlahnya bertambah setiap dua tahun, terlalu mahal bagiku apabila harus membeli pakaian jadi.
Alhamdulillah, dengan bekal kemauan dan sedkit nekad, Semua ketrampilan itu dapat aku kuasai. Termasuk ketrampilan pangkas rambut! Mulai rambut abinya, sampai anak keenam kutangani sendiri. Bayangkan jika upah pangkas rambut 1 orang Rp 4.000 maka aku bisa berhemat 28 ribu rupiah tiap bulan. Begitupun pakaian anak, aku bisa hemat 50 % dari harga pakaian jadi dipasaran dikalikan kebutuhan 8 orang. Bukankah penghematan cukup besar? Belum lagi, makanan jajanan yg kuolah sendiri. Aku yakin, jika beli makanan jadi harganya pasti berlipat.

Namun, setelah sekian banyak yg kuhemat, nyatanya keuangan kami tetap seret. Rupanya penyebabnya adalah minimnya penghasilan suami.
Maka jadilah aku, tiga tahun belakangan ini, seorang motivator sekaligus
konsultan bagi suamiku, sehingga alhamdulillah kini suamiku telah mempunyai pekerjaan yg layak dengan status yg baik di masyarakat.
Lalu, seiring dengan kemandirian anak-anak, aku pun memilih salah satu keahlianku untuk kusumbangkan pada masyarakat. Aku ingin lebih bernilai, tidak hanya bagi keluarga tapi juga bagi masyarakat. Alhamdulillah, suamiku mendukung niat itu.

Kadang-kadang, timbul pikiran jahilku, berapa gajiku seharusnya atas semua tugasku ini?
Aku ratu rumah tangga sekaligus pembantu.
Aku manajer merangkap baby sitter.
Aku juga akuntan dan konsultan suamiku dalam usahanya.
Pendidik sekaligus tukang ketik, penggagas sekaligus tukang pangkas.
Aku juga seorang pengobat sekaligus perawat.
Keluarga kami jarang kedokter atau rumah sakit, berbekal kepandaian pijat refleksi dan juice therapy yg kupelajari dari buku.
Aku juga aktor bagi anak-anak takkala menggambarkan berbagai macam watak yg ada dalam cerita yg sedang kami baca.
Itulah karirku selama 15 tahun menjadi ibu rumah tangga.
Aku lantas teringat kata-kata Mahbub Junaidi -Seorang ekonom Pakistan- “Jika ibu-ibu rumah tangga meminta diberikan gaji, maka nilainya adalah satu milyar dollar pertahun. Sebuah nilai yg besar utk budget sebuah negara. Syukurlah ibu-ibu rumah tangga memberikan tenaganya dengan cinta, maka tak perlu memusingkan Kepala Negara bukan?
Aku setuju dengan pendapatnya. Aku sanggup bersusah payah menjalani karir ibu rumah tangga, walau selalu diremehkan dan jarang mendapat pengakuan yg layak dari masyarakat, hanya karena aku sangat mencintai suami dan anak-anak yang diamanahkan Allah padaku. Dan yg lebih penting dari semua itu aku mendapat cinta dari Yang Maha Pencipta. Allahu Rabbul ‘Alamin.

Salam hormat buat ibu-ibu rumah tangga sejati.
Karirmu sangat penting, dalam mempersiapkan generasi Rabbani.
Dan gajimu, insya Allah kehidupan hakiki syurgawi.

Membiasakan dalam kebaikan


Kebaikan itu indah
seindah mentari pagi yang tidak membagi-bagi
semuanya diberi sehingga kita sering menanti hadirnya

kebaikan itu lucu mengemaskan
selucu sang bayi yang selalu ikhlas memberi dan menerima
semua tindakan dan penerimaan didasari jernihnya hati

kebaikan itu mempesona
seperti pelangi yang hadir tanpa diduga dan direka
sehingga kita takjub oleh pesonanya

Kebaikan itu teratur
laksana mahluk-NYA teratur dalam penciptaan dan ketiadaannya
sehingga kita tidak pusing lagi memikirkan bagaimana proses dan akhirnya

kebaikan itu kita
karena kita hidup atas kuasa-NYA. dan berlimpah kebaikan 
kala kita mampu ikhlas untuk selalu teratur dalam padanan-NYa

kebaikan itu kita 
ketika kita mampu memberi dan menerima untuk-NYA
ketika kita selalu berusaha mempesona-NYA dengan tunduknya hati kita

kebaikan itu selalu banyak jalan
dalam keadaan bahagia dan sedih, kondisi lapang ataupun sempit
selalu...dan selalu ada kebaikan dari-NYA.

KITA HANYA PERLU MEMBIASAKAN SANGKA KITA SELALU BAIK PADA-NYA! 
KARENA DIA MENGIKUTI SANGKA KITA.